Berbisnis Bareng Keluarga? Lakukan 5 Langkah Ini Supaya Lancar

Namun, Anda tetap mesti memerhatikan beberapa aturan penting, alias do & dont sebelum memulai bisnis dengan orang dekat agar tidak terjadi hal tak diinginkan, seperti bangkrut atau berselisih dengan companion bisnis. Banyak perusahaan yang dikelola oleh keluarga dan sahabat mengalami kegagalan karena batas antara hubungan pribadi dan profesional yang tidak jelas. Jakarta – Semua orang tentunya ingin membangun bisnis, berbisnis bisa dilakukan dengan siapa saja, mulai dari teman hingga dengan keluarga. Memilih associate dengan cara ini, tak ada salahnya buat dicoba, bahkan punya banyak kelebihan. Lakukan diskusi terbuka, ajak orang tua untuk dimintai pendapat serta solusi yang terbaik.

Bagi banyak karyawan , hubungan pribadi mereka yang erat dengan petinggi saat ini merupakan keuntungan terpenting ketika bekerja dalam suatu bisnis keluarga. Penggantian petinggi saat ini dengan penerus baru, yang dianggap tidak berpengalaman dan cenderung akan membuat perubahan besar, dipandang sebagai “ancaman” terhadap kepuasan dan keamanan oleh karyawan. Jadi dia memang mendapatkan arahan dari orang tuanya, tapi juga dari orang dalam, yang profesional yang tahu mengenai perusahaan tersebut. Mungkin untuk jangka waktu 3-4 tahun, nanti baru setelah itu dia jalan sendiri. Tetapi yang saya usulkan generasi seniornya, barangkali harus berani mengurangi. Karena kalau generasi yang seniornya masih ada terus, generasi penerus kan tidak akan kebagian kesempatan untuk mengambil keputusan besar karena semua orang masih menanyakan kepada yang senior, enaknya bagaimana.

Cara berbisnis dengan keluarga

Sebenarnya, menjaga komunikasi tidaklah sulit meskipun mungkin Kamu dan anggota keluarga tidak sering bertemu. Kamu dapat memanfaatkan immediate messaging dan membuat grup khusus di sana sebagai tempat untuk berbagai replace mengenai bisnis. Setiap bisnis, termasuk juga bisnis keluarga perlu memiliki aturan yang jelas untuk membedakan tanggung jawab tiap orang. Hal ini penting untuk menghindari konflik di antara orang-orang yang terlibat di dalam bisnis tersebut. Sebagai contoh, Kamu misalnya memiliki tanggung jawab untuk mengatur stok persediaan barang. Sementara itu, orang tua Kamu bertugas untuk memantau keuangan bisnis, baik pemasukan maupun pengeluaran.

Dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dalam bisnis keluarga agar pengambilan keputusan strategis tidak lama dan rumit. Posisi kepemimpinan itu biasanya diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga pemberi warisan perlu menempatkan orang tepat untuk posisi tepat. Pengelolaan bisnis yang baik tidak lepas dari laporan keuangan yang jelas. Anda dan keluarga perlu memiliki rekening terpisah untuk bisnis keluarga.

Jika terus berlanjut, silang pendapat akan berujung pada pertengkaran dan merusak sistem kerja. Karena bersifat turun-temurun, usaha keluarga juga perlu mempertimbangkan siapa orang yang berpotensi untuk meneruskan usaha yang telah didirikan. Tentu saja, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, mulai dari kesediaan orang tersebut, pengalamannya, serta kemauannya untuk terus mengembangkan sebuah bisnis. Makanya, sering kali generasi penerus juga mulai dilibatkan untuk beberapa urusan bisnis yang bersifat sederhana. Banyak anak muda yang tadi tidak yakin akan menjalankan bisnis sendiri kini mulai mengeluarkan taringnya. Ide-ide bisnis kreatif pun kini mulai banyak bermunculan terutama untuk kamu yang bergerak di bidang digital alias daring.